Wednesday, January 14, 2009

Mahasiswi Dihipnotis


Pencurian dengan cara menghipnotis korban semakin marak. Kali ini, Sri Elva Yanti (20), mahasiswi salah satu perguruan tinggi di Kota Padang menjadi korbannya. Ia dihipnotis saat di atas bus dari Pariaman menuju Padang, Senin (12/1). Uang beserta emas dan HP berhasil digondol pelaku yang masih buron.
Menurut keterangan korban di hadapan petugas piket Poltabes Padang, dirinya tak sadarkan diri setelah melihat kitab kecil berwarna kuning yang diperlihatkan pelaku. Alhasil, setelah melihat kitab itu, korban menuruti saja apa kata pelaku.

“Saya disuruh melihat kitab kecil berwarna kuning. Tiba-tiba kepala saya pusing dan tak tahu lagi apa yang terjadi. Saya baru sadar ketika tersangka sudah lari dan menggondol uang saya sebanyak Rp 1,3 juta. HP Sony Ericson juga diambil beserta dua cincin emas. Setelah itu, saya ditinggalkan saja di dekat RM Sederhana,” ungkap Sri. Awalnya, korban yang menaiki bus PO Azimar dari Simpang Jaguang, Kota Pariaman berniat untuk pergi ke kosnya yang terletak di Kelurahan Surau Balai, Lubuak Lintah. Dalam perjalanan, pelaku datang dan duduk di sampingnya.

Sempat bercerita, akhirnya pelaku minta diantarkan ke Labor Biologi. Korban menurut saja. Berselang beberapa saat, dia dan pelaku turun di samping RM Sederhana, Jalan Rasuna Said. Saat itulah korban disuruh melihat kitab kuning. Tak terima dengan perlakuan yang diterimanya, Sri melapor ke Mapoltabes Padang. Laporan pun sudah diterima piket Poltabes dan diteruskan ke Kasatreskrim untuk segera diselidiki.

Atas kejadian itu, korban mengalami kerugian sekitar Rp 2 juta. Padahal uang yang dibawanya akan digunakan untuk membayar uang kuliah. “Saya rugi sekitar Rp 2 juta. Sungguh saya sedih sekali. Uang itu rencananya akan saya jadikan sebagai pembayar uang kuliah. Namun mau apa lagi, semuanya keburu lenyap,” papar Sri dengan wajah sedih.
Posted by paxalle & d'media at 8:56 PM

Kerbau kepala Dua

Sebuah peristiwa alam aneh dan mengejutkan warga, terjadi di Jorong Paniang-paniang Canduang Agam. Di mana seekor induk kerbau melahirkan seekor anaknya yang berkepala dua. Tapi sayang, karena lahir prematur dalam usiasekitar lima bulan kandungan, anak kerbau ini meninggal setelah lima menit dilahirkan.

Nover, pemilik kerbau tersebut menjelaskan bahwa semula ia mengetahui kerbau betina miliknya itu hamil. Sejak awal kehamilan, Nover tidak pernah curiga dengan hal tersebut, dan merawat kerbaunya seperti biasa serta memberikan makanan ekstra.

Tapi setelah kandungan kerbaunya berusia lima bulan, Nover terkejut karena melihat adanya tanda-tanda akan melahirkan. Ketika itu, sebutnya, keluar cairan seperti air ketuban disertai bercak-bercak darah. Tak lama kemudian induk kerbau itu melahirkan di tengah sawah dengan kondisi bayi kerbau yang sangat kecil dibanding ukuran bayi kerbau normal. Namun kelahiran pada Minggu (11/1) siang sekitar pukul 16.00 WIB tersebut sangat mengejutkan Nover, karena bayi kerbau yang lahir memiliki dua kepala.

Hal tersebut langsung ia sampaikan kepada warga lainnya, dan tak lama kemudian puluhan orang langsung berkerumuan ditengah sawah tempat induk kerbaunya melahirkan. Sample Image“Tapi bayi itu tidak berusia panjang, karena sekitar lima menit setelah lahir langsung mati. Namun yang cukup aneh, ketika mulut pada salah satu kepala saya buka, ternyata mulut pada kepala yang lain juga ikut terbuka, padahal ketika itu bayi kerbau itu telah mati,” kata Nover.

Anak kerbau berkepala dua telah lahir dan mati di Jorong Paniang-paniang, Canduang, Agam.

Setelah kejadian aneh yang sebelum ini hanya didengar dari cerita dongeng, ratusan orang datang berkunjung ke rumah Nover untuk melihat dari dekat bayi kerbau berkepala dua itu. Bahkan rencananya Nover akan mengawetkan bayi kerbau aneh tersebut, sehingga dapat ia simpan sampai kapan saja dan dapat pula dilihat oleh orang banyak.

Munisfar, Camat Canduang Agam juga tampak melihat bayi kerbau berkepala dua tersebut kerumah Nover, Selasa (13/1). Sementara dari mulut ke mulut, informasi bayi kerbau berkepala dua ini juga telah merebak hingga ke Bukittinggi dan sekitarnya. Bahkan sejumlah warga yang penasaran mencoba mencari tahu alamat tempat tinggal Nover, sekedar untuk melihat atau merekam gambar dengan kamera telepon genggam mereka

Tarif Angkot turun


Padang, Tugu.Masyarakat kota Padang mulai pagi tadi kelihatan sedikit bergembira. Pasalnya adalah perubahan tarif angkotyang mengalami penurunan. Penurunan tarif angkot yang selama ini diminta warga, akhirnya terkabul juga. Tadi malam, seluruh fraksi di DPRD menyetujui penurunan tarif angkot sebesar 10 persen hingga 12 persen dalam sidang paripurna bersama Pemko dan Organda. Penurunan tarif ini seiring turunnya harga BBM (bensin dan solar) yang ditetapkan pemerintah per 15 Januari, pukul 00.00 WIB.

Tarif yang disetujui tersebut dibagi atas tiga zona berdasarkan jarak tempuh. Pertama, zona I jarak 0-5 km, dari tarif lama Rp1.500 untuk masyarakat umum menjadi Rp1.300, sementara untuk pelajar dan mahasiswa, dari Rp750, menjadi Rp700.

Untuk zona II (jarak tempuh 5-10 km), ditetapkan untuk masyarakat umum dari Rp2.000 menjadi Rp1.800, sedangkan untuk mahasiswa dan pelajar dari Rp1.000 menjadi Rp900. Untuk zona III, tarif angkutan umum masyarakat turun dari Rp2.300 menjadi Rp2.000, dan untuk mahasiswa dari Rp1.150, menjadi Rp1.000.Selain itu, juga ditetapkan penambahan ongkos perkilometer. Yaitu untuk masyarakat umum Rp115/km, dan untuk mahasiswa Rp50/km. Untuk bus kota, juga diturunkan. Masyarakat umum, dari Rp1.700 menjadi Rp.1.500, dan untuk pelajar dan mahasiwa dari Rp850 menjadi Rp700.

Dalam pembahasan yang dilaksanakan di ruang sidang paripurna DPRD Kota Padang tersebut, sempat terjadi adu argumen antara mahasiswa dan Organda, dan Dinas Perhubungan (Dishub), tentang lambannya aksi pihak terkait dalam membahas penurunan tarif angkot ini. “Ketika BBM naik, tarif angkot langsung naik, tapi giliran BBM turun, kok agak mandeg pembahasannya,” ungkap Presiden BEM Universitas Andalas, Hanif. Dia juga menyangsikan penerapan tarif baru bisa optimal.

Pasalnya kenaikan tarif ternyata tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan, karena sopir meminta ongkos melebihi ketetapan. Hal tersebut tak ditampik Ketua Organda Padang Muslim, karena bisa saja sopir menaikkan harga, sebab pengawasan dari Dishub sendiri sangat rendah. “Apalagi harga suku cadang tinggi, sopir juga tidak akan sembarangan meminta ongkos kok,” katanya. Sementara itu, Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Padang Djunaidi Hendri juga menegaskan, penetapan tarif harus rasional dan riil, dengan prinsip tidak ada yang dirugikan.

“Nominal yang digunakan harus sesuai dengan uang yang beredar, sehingga tidak mempersulit masyarakat dan sopir,’ katanya. Di tempat yang sama, Kepala Dishub Kota Padang Yosefriawan menegaskan, pihaknya tak bermaksud menunda pengajuan revisi. Namun lebih kepada menunggu kepastian dari pemerintah. “Buktinya, begitu Presiden mengeluarkan keputusan, kami langsung tindak lanjuti,” tegasnya.

Soal nominal, Yosefriawan setuju dengan DPRD, yaitu menggunakan nominal pecahan yang riil dan masih ada. Yang penting, katanya, tidak ada riak di tengah masyarakat pascapenurunan tarif tersebut. Di akhir pembahasan penurunan tarif tersebut, Ketua Komisi C DPRD Kota Padang Priyanto menegaskan, DPRD siap melakukan sidak jika Dishub lamban dalam menyosialisasikannya kepada sopir dan masyarakat. “Paling lambat, Minggu depan kita akan sidak,” tandasnya.

Siapkan Stiker

Kepala Dishub Yosefriawan sudah mengancang-ancang pembuatan stiker tarif baru angkutan umum, untuk meminimalisir kenaikan tarif tak terkontrol yang selama ini rentan terjadi.

“Kalau dulu sosialisasi berupa kertas fotokopi saja, sekarang akan membuat stiker khusus,” tegasnya. Persiapan pembuatannya, lanjut Yosefriawan akan dilakukan mulai hari ini. Paling lambat, katanya, penempelan stiker dilakukan dua atau tiga hari ke depan. “Seluruh petugas akan dilibatkan untuk menempelkan stiker ini di seluruh angkutan umum, jadi bukan diberikan kepada sopir,” katanya.

Pungutan Liar

Sebagian sopir angkutan kota (angkot) mengeluhkan masih maraknya pihak yang melakukan pungutan liar (pungli) terhadap mereka. Keluhan itu disampaikan sopir ke Organda Padang. Setiap hari, sopir mengaku rata-rata Rp15 ribu untuk pungli. Muslim Tanjung membeberkan, selain biaya operasional masing-masing angkot yang mencapai Rp328.780/bulan, ternyata sopir masih harus mengeluarkan uang lebih di berbagai simpang jalan, untuk disetor oleh oknum, atau preman.

“Kami menyebutnya ‘biaya siluman’,” kata Muslim didampingi Sekretaris Organda Padang, Hasrianto. Pungli tersebut, lanjutnya, sudah lama terjadi, namun Pemko dan aparat terkait belum juga menampakkan “tangan besi” untuk menindaknya. Padahal, para sopir sangat dirugikan setiap harinya. “Sopir mencari penghasilan dari pagi hingga malam paling banyak 12 rit, dengan penghasilan maksimal Rp125 ribu,” katanya. Kalau di pungut lagi, lanjutnya, maka penghasilan sopir akan semakin minim.

Di tempat yang sama, Kepala Dishub Padang, Yosefriawan tak menampik adanya fenomena tersebut. Namun menurut Yosefriawan, setelah ditelusuri kebanyakan pungutan ternyata berdasarkan kesepakatan bersama sopir angkot. “Sopir angkot ini ada organisasinya, dan pungutan itu merupakan keputusan organisasi, jadi bagaimana menindak,” ulasnya. Tapi Yosefriawan menargetkan, jika memang ada indikasi pungli yang dilakukan kepada sopir angkot, Dishub bekerjasama dengan pihak kepolisian akan menindak tegas.


Wednesday, December 17, 2008

Unand Turunkan Bus Kampus

Active ImageMOGOK : Puluhan angkot Lurus ngetem di kantor Dishub Padang, Selasa (16/12). Aksi ini buntut ketidakpuasan sejumlah sopir angkot Lurus terhadap kebijaksanaan Dishub yang menambah 12 KP armada baru jurusan Lurus.
Padang, Tugu-- Aksi mogok sopir dan pengusaha angkutan kota (angkot) trayek Pasar Raya-Lurus dan bus kota trayek Pasar Raya-Kampus Limaumanih, Senin (15/12), hingga kemarin masih berlangsung. Akibatnya ribuan mahasiswa Universitas Andalas (Unand) dan masyarakat sekitar kawasan Pauh terlantar melaksanakan aktivitas. Mengantisipasi hal tersebut, Unand menurunkan 4 unit bus kota kampus. Bus tersebut diturunkan untuk membantu mahasiswa Unand.

Dari pantauan wartawan kor ini suasana Jalan Sawahan hingga Jalan M Hatta, Pauh tampak lengang dari lalu lalang angkot warna hijau dan bus kota biru muda. Angkutan tersebut lebih banyak memilih parkir di kandangnya.

Pagi kemarin, sepanjang jalan tersebut terlihat tumpukan mahasiswa Unand dengan wajah panik menunggu angkutan yang akan membawanya ke kampus Unand. Padahal mahasiswa yang mencapai ribuan orang itu akan mengikuti perkuliahan dengan jadwal pagi. Begitu juga dengan masyarakat yang berada di kawasan Pasa Ambacang hingga Simpang By Pass Ketaping Anduring, mereka terpaksa mencari angkutan alternatif.

Untuk para mahasiswa yang akan pergi ke kampus, sebagiannya masih dapat bernafas lega karena mendapatkan tumpangan dari mobil pribadi para dosen, staf Unand, dan rekan mahasiswa lainnya yang berkendaraan pribadi. Akan tetapi hal tersebut tidak mampu mengakomodir secara keseluruhan.

Dengan demikian, pimpinan Unand menurunkan empat unit bus warna hijau untuk menyelamatkan para mahasiswanya supaya bisa ke kampus dan masyarakat sekitar jalan yang dilewati bus tersebut.

Bus kampus berwarna hijau itu seyogyanya membawa karyawan Unand, tapi kemarin itu juga membawa mahasiswa dan masyarakat sekitar Pauh. Bus itu mulai beroperasi sejak pukul 08.30 WIB.

Lisa, 19, salah seorang mahasiswa mengatakan tidak mengetahui angkot trayek Lurus dan bus kota trayek Kampus akan melanjutkan aksi mogok menambang. Sebab, Seninnya angkutan tersebut masih terlihat menambang di waktu pagi. Akan tetapi kemarin mogok itu dimulai sejak pagi.

“Saya terpaksa naik angkot jurusan Belimbing hingga Simpang Bay Pass. Selanjutnya saya mendapatkan tumpangan sepeda motor salah seorang rekan mahasiswa satu kampus,” katanya dengan nafas terengah-engah.

Oyon, 41, salah seorang sopir mengatakan para sopir akan kembali menambang, apabila Pemko mencabut penambahan mobil angkot trayek Lurus tersebut. Di tempat terpisah, Pembantu Rektor (PR) III Unand Badrul Mustafa Kemal yang dihubungi Padang Ekspres membenarkan pimpinan Unand menurunkan bus tersebut.

“Akibat aksi mogok ini mahasiswa kami mengeluh dan tidak konsentrasi berada di dalam kampus, karena telah kelelahan,” kata Badrul. Badrul berharap permasalahan antara pengemudi dan pengusaha angkutan dengan Pemko dapat diselesaikan dengan baik dengan cepat. “Jangan korbankan masyarakat dengan permasalahan ini,” kata Badrul. (Nk)


Beria Foto




Ket Foto :
  1. Angkot Mogok
  2. 13 Pemerkosa gadis 13 tahun
  3. 6 penjudi perempuan

Bursa Kerja Direspon Cukup Bagus

PADANG, TUGU-- Hari pertama pembukaan, Bursa Kerja Terpadu diserbu ratusan pencari kerja (Pencaker). Hampir seluruh stand yang menawarkan pekerjaan dikerumuni massa. Para Pencaker ini sudah terlihat antri sebelum pembukaan ditabuh Plt Sekdaprov Sumbar Asrul Syukur, Selasa (16/12). Sekitar 92.572 Pencaker dari 19 kabupaten/kota di Sumbar akan bertarung memperebutkan pekerjaan di bursa kerja tahap dua itu.
Dalam sambutannya, Asrul Syukur mengungkapkan, bursa kerja adalah salah satu upaya menekan pengangguran dan mengurangi angka kemiskinan di Sumbar. Bursa kerja adalah fasilitator antara Pencaker dengan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja. Bagi Usaha Kecil Menengah (UKM), pameran itu bisa dijadikan landasan dan menjalin kerja sama dengan lembaga keuangan.

“Kemungkinan penambahan pengangguran akan terjadi di Sumbar. Dengan terjadinya krisis global, perusahaan yang menampung pekerja tak mampu lagi berkembang dan kesulitan dalam pemasaran. Menghadapi itu, pemerintah berpikir bagaimana pengangguran tidak bertambah. Hasilnya, dipilih pameran bursa kerja ini sebagai salah satu cara menekan pengangguran,” terang Asrul Syukur.

Dalam helatan ini, panitia menyediakan 120 stand bagi perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja. Dari 120 stand tersebut, 30 diantaranya adalah stand purna Tenaga Kerja Indonesia (TKI), 25 stand UKM, 15 stand perbankan, sisanya diisi 20 perusahaan. Menurut salah seorang Pencaker, Rinto Mendistra (29), bursa kerja lebih menarik baginya ketimbang lowongan jadi PNS.

“Bekerja di perusahaan atau mandiri menurut saya lebih baik daripada jadi PNS. Menjadi pekerja di sebuah perusahaan, kita akan merasakan betul apa yang kita kerjakan. Kalau di PNS, hanya akan makan gaji buta. Saya tidak mau makan gaji buta denga kerja yang tidak jelas,” kata Rinto yang mengaku lulusan Fakultas Sosial Politik di sebuah Perguruan Tinggi Swasta Kota Padang.

Belum Beri Kemudahan

Asrul Syukur berharap perbankan memberikan kemudahan bagi pengusaha kecil menengah yang ingin meminjam modal. Menurutnya, urusan berbelit yang sering diterapkan perbankan pada pelaku UKM berdampak pada anjloknya perekonomian masyarakat Sumbar yang didominasi industri kecil.

“Industri Sumbar hidup karena berkembang pesatnya UKM. Pertumbuhan UKM sangat kencang dan tebukti sebagai salah satu pilar penyokong ekonomi Sumbar. Agar semuanya tetap bejalan dengan baik, bank harus welcome terhadap pelaku UKM yang akan meminjam modal. Kalau tidak perekonomian Sumbar akan ambruk,” terang.

Ucapan itu ditingkahi senda oleh Mardi (46), pengusaha kerupuk udang yang ikut dalam acara itu. Mardi mengungkapkan, sebagian besar pelaku UKM masih merasakan susahnya berhubungan dengan bank. Bahkan, ada terbetik di hati pelaku UKM, kalau bank hanyalah lembaga keuangan yang memberikan bantuan kepada orang tertentu.

“Susah berhubungan dengan bank. Apalagi kalau menyangkut peminjaman modal untuk usaha, panjang urusanya. Terkadang prosedur yang dilalui tidak sesuai dengan kapasitas kita sebagai pelaku usaha mikro. Dalam hati ini acap kali berpikiran, kalau bank adalah lembaga keuangan yang hanya mau memberikan bantuan kepada pelaku usaha menengah ke atas, tak ada tempat untuk kami,” terang Mardi.

Namun, polemik susahnya peminjaman menurut Asrul Syukur bukan hanya disebabkan pihak bank saja. Ketidaktahuan masyarakat juga ikut andil dalam hal ini. Bagaimanapun juga, bank sebagai lembaga keuangan tentunya membutuhkan persyaratan formal dari si peminjam sebagai bahan pegangan.

“Sebetulnya polemik ini ibaratkan dua kutub yang saling berhubungan. Di satu sisi pelaku UKM berharap menerima bantuan dengan cepat, namun di sisi lainnya, bank butuh sesuatu sebagai bahan pegangan. Bisa jadi kesulitan ini terjadi karena ketidak tahuan si peminjam tentang ketentuan yang berlaku,”ulasnya. (nk)

Warung Esek-esek Dibongkar

PADANG, TUGU-- Giliran PKL kawasan Danau Cimpago Puruih Padang Barat disisir Pol PP, Selasa (16/12). Dalam razia kali ini Satpol PP mengerahkan kekuatan sebanyak 80 personel. Razia yang berlangsung sekitar pukul 16.30 WIB itu, dipimpin Kasi Operasi Satpol PP Noverman dan Kasi Trantib Wardimu.
Ketika ditemui wartawan, di kantor Pol PP usai razia, Wardimu mengatakan razia kali ini jajarannya membongkar sekitar 40 lapak yang dimanfaatkan sebagai tempat esek-esek oleh kaum muda, yang berada di sepanjang Danau Cimpago Pantai Padang tersebut. Dijelaskannya lagi, dalam razia kali ini tidak ada perlawanan yang berarti dari warga dan pemilik lapak.

Menurut Wardimu, sebelumnya masyarakat pedagang kaki lima telah membuat perjanjian dengan tokoh-tokoh masyarakat, seperti RT, lurah, camat dan Dinas Pariwisata Kota Padang terhadap aturan-aturan bagi pedagang kaki lima. Kepada PKL yang mendirikan lapak-lapak tempat berjualan, kursi yang disediakan tingginya minimal 40 cm, untuk penutup kain penutup lapak haruslah yang tembus pandang dan lapak yang didirikan minimal luasnya 2 meter.

Terkait dengan aturan tersebut, menurut Wardimu, pihak RT, lurah dan camat telah berkali-kali menyosialisasikannya dan memberikan peringatan kepada pedagang kaki lima, namun pihak pedagang kaki lima tidak mengindahkan aturan tersebut. Jadi, sesuai dengan Perda yang ada harus dilaksanakan untuk membongkar lapak-lapak tersebut.


“Mengacu kepada Perda, kawasan perlu ditertibkan. Karena kawasan Pantai Padang merupakan salah satu objek tujuan wisata, gampang terjangkau oleh pandangan mata. Sementara muda-mudi melanggar etika yang ada disana,” ujarnya. (nk)